Suport By : RIZKY KOMPUTER Jl. Mastrip Beji Boyolangu Tulungagung Melayani : Pengetikan, Rental, Servis, Scaner, Jual Beli, Shooting & Editing Video HP. 081335991179 (rizky komputer@totok.subianto@yahoo.com)

Rabu, 17 Februari 2010

Kaum Merkantilisme dalam membahas persoalan uang

Kaum Merkantilisme dalam membahas persoalan uang

Uang sendiri dalam ilmu ekonomi tradisional di devinisikan sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda ataupun alat lain yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Adapun pendapat lain dari beberapa orang merkantilis uang di identivikasi dengan kemakmuran. Sedangkan dalam ilmu ekonomi modern uang itu di terima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang diguakan untuk membayar hutang.

Pada abad ke 7 terdapat sebuah pendapat, bahwa kekayaan suatu negara di tentukan oleh tingkat kemampuan negara tersebut, untuk menukarkan barang-barang ke luar negeri dengan mas murni, karena apabila logam tersebut mengalir kedalam negeri maka dengan mudah semua orang akan menjadi kaya. Kaum Bullionis (Menkantilisme Kuno) mengira bahwa dengan jalan melarang ekspor logam mulia dan larangan-larangan lainnya maka akan memperbanyak mengalirnya mas ke dalam negeri. Sejak abad ke 12 uang logam mas serta uang logam perak beredar, sedangkan pemerintah tidak pernah turut mnentukan perbandingan nilai antara kedua mata uang tersebut.

Hingga pada akhirnya pada standard berganda, perbandingan nilai antara mas da perak di tentukan oleh pemerintah, tetapi perbandingan nilai menurut ketentuan pemerintah secara praktis tidak pernah sama maka selalu terdapat kecenderungan untuk :

Ø Menyimpan

Ø Melebuk

Ø Mengekspor

Ketiganya merupakan logam yang dinilai terlampau rendah oleh pemerintah. Sehingga yang dinilai terlampau rendah menghilang dari peredaran, misal: perak dan logam. Dan yang tertinggal adalah uang yang dinilai terlampau tinggi, misal: emas. Adapun pendapat dari Patty (tahun 1650) mengetahui bahwa peredaran uang yang terlalu berlebihan akan membahayakan kemakmuran rakyat. Kaum Merkantilis melihat bahwa akibat penting pertahanan sirkulasi uang adalah menurunnya suku bunga akibatnya adalah bertambah luasnya perniagaan serta kegiatan berusaha pad umumnya. Uang sendiri menjadi modal usaha yang dicapai dengan jalan menahannya dari para pembeli barang-barang konsumsi. Pertambahan uang ini pda pasar untuk pinjaman uang, sehingga menurunkan suku bunga.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah dari para barter yang lebih komplek. Tidak evisien dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern.

Suport By : RIZKY KOMPUTER Jl. Mastrip Beji Boyolangu Tulungagung Melayani : Pengetikan, Rental, Servis, Scaner, Jual Beli, Shooting & Editing Video HP. 081335991179


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar